21 Mei 2012

DataSheet

Data sheet adalah lembaran-lembaran data dalam jaringan komputer. Dua cara penyampaian data sheet:
  1. Switch, bentuk dan fungsinya sama dengan hub, akan tetapi bedanya adalah switch lebih pintar karena memiliki kemampuan untuk mentransfer data hanya pada port yang dituju saja, berbeda dengan hub yang mem-broadcast ke semua port yang dimiliki termasuk port tempat data tersebut berasal. Hal inilah yang membuat switch lebih cepat dalam mentransfer data dengan penggunaan bandwidth 100%, tidak terbagi untuk broadcast.
Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.
 Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada “shared network.” Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut “collapsed backbone.”

2.    Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau memfilter data yang lalu lalang dijaringan berdasarkan aturan atau protokol tertentu.

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.

PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER

 Pada perancangan kali ini, design yang kami buat : 
-         4 buah gedung dengan masing-masing gedung mempunyai 3 lantai
-         Diletakkan 10 komputer/ lantai (jumlah keseluruhan 120)
-         4 buah router
-         12 switch ( sesuai dengan lantai yang berjumlah 12 untuk keseluruhan gedung)
-         Link cadangan
-         Tpologi yang digunakan pada jaringan utama (yang menghubungkan 4 gedung) : mesh
-         Topologi di tiap-tiap lantai : bus
Karena jumlah komputer keseluruhan ada 120, maka perhitungan yang digunakan :
2≥ 120
2≥ 120
128 ≥ 120 + 2
Maka subnet mask : 255.255.255.128
IP menggunakan “/25”
GEDUNG A
Pada gedung A terdapat router 1 (R1).
-         IP local R1 yang akan tersambung ke jaringan gedung A: 192.168.1.1/25
-         IP public R1 untuk R2 (router pada gedung B) : 192.168.5.1/25 dengan Gateway : 192.168.5.2/25
-         IP public R1 untuk R4 (router pada gedung D) : 192.168.8.2/25 dengan Gateway 192.168.8.1
-         IP public untuk tersambung ke Internet : 10.1.1.189 dengan Gateway : 10.1.1.5
Terdapat 30 komputer yang diletakkan 10 komputer per lantai. Rentang IP komputer dari 192.168.1.2/25-192.168.1.31/25 yang dipakaikan secara berurutan ke komputer, sehingga tidak ada komputer yang mempunyai IP yang sama. Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan IP lain diluar rentang IP yang telah saya diberikan, tapi dengan syarat tidak ada IP yang sama digunakan untuk 2 atau lebih komputer. Gateway untuk masing-masing IP adalah sama yaitu 192.168.1.1
GEDUNG B
Pada gedung B terdapat router 2 (R2).
-         IP local R2 yang akan tersambung ke jaringan gedung B : 192.168.2.1/25
-         IP public R2 untuk R1 (router pada gedung A) : 192.168.5.2/25 dengan Gateway : 192.168.5.1/25
-         IP public R2 untuk R3 (router pada gedung C) : 192.168.6.1/25 dengan Gateway 192.168.6.2/25
Terdapat 30 komputer yang diletakkan 10 komputer per lantai. Rentang IP komputer dari 192.168.2.2/25-192.168.2.31/25 yang dipakaikan secara berurutan ke komputer, sehingga tidak ada komputer yang mempunyai IP yang sama. Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan IP lain diluar rentang IP yang telah saya diberikan, tapi dengan syarat tidak ada IP yang sama digunakan untuk 2 atau lebih komputer. Gateway untuk masing-masing IP adalah sama yaitu 192.168.2.1
GEDUNG C
Pada gedung C terdapat router 3 (R3).
-         IP local R3 yang akan tersambung ke jaringan gedung C : 192.168.3.1/25
-         IP public R3 untuk R2 (router pada gedung B) : 192.168.6.2/25 dengan Gateway : 192.168.6.1/25
-         IP public R3 untuk R4 (router pada gedung D) : 192.168.7.1/25 dengan Gateway 192.168.7.2/25
Terdapat 30 komputer yang diletakkan 10 komputer per lantai. Rentang IP komputer dari 192.168.3.2/25-192.168.3.31/25 yang dipakaikan secara berurutan ke komputer, sehingga tidak ada komputer yang mempunyai IP yang sama. Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan IP lain diluar rentang IP yang telah saya diberikan, tapi dengan syarat tidak ada IP yang sama digunakan untuk 2 atau lebih komputer. Gateway untuk masing-masing IP adalah sama yaitu 192.168.3.1
GEDUNG D
Pada gedung D terdapat router 4 (R4).
-         IP local R4 yang akan tersambung ke jaringan gedung D : 192.168.4.1/25
-         IP public R4 untuk R3 (router pada gedung C) : 192.168.7.2/25 dengan Gateway : 192.168.7.1/25
-         IP public R4 untuk R1 (router pada gedung A) : 192.168.8.1/25 dengan Gateway 192.168.8.2/25
Terdapat 30 komputer yang diletakkan 10 komputer per lantai. Rentang IP komputer dari 192.168.4.2/25-192.168.4.31/25 yang dipakaikan secara berurutan ke komputer, sehingga tidak ada komputer yang mempunyai IP yang sama. Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan IP lain diluar rentang IP yang telah saya diberikan, tapi dengan syarat tidak ada IP yang sama digunakan untuk 2 atau lebih komputer. Gateway untuk masing-masing IP adalah sama yaitu 192.168.4.1


08 April 2012

PJJ 2


  •    Buatlah file baru dengan ukuran
2pb7
  •    Setelah mencul layar kerja baru, Buatlah sebuah lingkaran menggunakan Elipse Tool 
  •     Jangan lupa ketika kita membuat lingkaran tahan tombol SHIFT agar bentuk lingkaran tidak  menceng / oval
  •  Note: Warna Lingkaran tergantung dari foreground, jangan dipermasalahkan...
3pb7
  •      Pastikan anda masih aktif pada Layer Lingkaran
4pb7
  •      Tampilkan Window Style
Klik Menu WINDOW > STYLES, setelah window style tampil maka anda tinggal memilih (mengklik) efek yang sesuai, dengan otomatis warna dan style objek akan berubah sesuai dengan style yang anda pilih, jika pilihan yang telah ada masih kurang cocok maka anda bisa menampilkan style yang lain dengan mengklik tanda panah pada pojok window style, maka disitu akan muncul beberapa pilihan lain untuk stylenya (salah satunya Web Style, yang kita pakai pada desain logo di atas

5pb7
  •   Hasil > setelah anda memilih style PURPLE GEL pada window style
6pb7
  •      Buatlah lingakaran baru menggunakan ELIPSE TOOL Ganti warna dan transparansi lingkaran
  •      Keterangan:
Untuk mengganti warna lingkaran Klik 2x pada Layer Thumbnail (ditandai huruf A pd gambar diatas) kemudian akan muncul window color picker – pilih warna putih kemudian OK, kurangi transparansi lingkaran dengan mengurangi nilai OPACITY menjadi 20 % (ditandai huruf B pd gambar di atas )
7pb7
  •  Pilih Custom Shape Tool untuk menambahkan hiasan motif bunga pada logo


9pb7
8pb7
  •   Klik Shape pada Propeti Bar > Pilih Motif Bunga (Flower 1) atau anda bisa memilih sesuai dengan selera anda
10pb7
  •       Buatlah sebanyak Empat Shape
11pb7

  •      Keterangan:
- Shape 1 dan 2 : Anda atur posisi, ukuran dan opacity (20%)
- Shape 3 dan 4 : Tambahkan beberapa efek dasar sehingga terlihat lebih indah..
Klik menu Layer > Layer Style > Blending Options
Pilih Gradien Overley : atur sesuai warna yang anda suka..
Pilih Stroke : atur Color : Putih dan Size : 3 Px


PJJ 1



DASAR LAYOUT PHOTOSHOP

1.      Select atau Seleksi pada Objek
            Select / Seleksi pada object adalah pengambilan area atau bagian tertentu pada objek sesuain dengan yang kita inginkan.
            Beberapa alat untuk menyeleksi yaitu:
·         Standart Selection (Untuk Objek yang bersudut)
·         Dinamic Selection (Untuk Objek yang tidak bersudut)

2.      Standart Selection (Untuk Objek yang bersudut)
·         Rectangular Marque Tool = Untuk menyeleksi dengan bentuk Kotak
·         Eliptical Marquee Tool = Untuk Menyeleksi dengan bentuk bidang Lingkaran
·         Single Row Marquee Tool = Menyeleksi 1 Baris Secara Horisontal
·         Single Column Marquee Tool = Menyeleksi 1 Kolom Secara Vertical
3pd12
3.      Dinamic Selection (Untuk Objek yang tidak bersudut)
·         Lasso Tool = Menyeleksi bidang layaknya lasso dengan lebih leluasa dan sesuai dengan keinginan
·         Polygonal Lasso Tool = Menyeleksi dengan menghubungkan garis - garis poligonal
·         Magnetic Lasso Tool = Seperti halnya Polygonal Lasso Tool namun dengan sedikit kecanggihan dan kemudahan dalam seleksi object yang tidak bersudut
4pd12
4.      Dinamic Selection
Garis hitam putih tersebut menunjukkan area seleksi jadi kita akan bekerja dengan area seleksi jika mengaktifkan mode seleksi

5pd12
5.      Desellect ( CTRL + D )
·         Perintah Desellect adalah perintah untuk membatalkan atau mengakhiri proses seleksi.
·         Dengan kata lain keluar dari mode seleksi sehingga memungkinkan kita untuk menyeleksi object yang lain.
·         Hal ini berkaitan dengan Tutorial: Foto Hitam Putih Menjadi Berwarna


23 Februari 2012

Komponen Jaringan Komputer


Jaringan Komputer tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
1. Komponen Hardware
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel dan topologi jaringan.
2. Komponen Software
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

A. Perangkat jaringan
1. Repeater
Berfungsi untuk menerima sinyal kemudian meneruskan kembali sinyal yang diterima dengan kekuatan yang sama. Dengan adanya repeter, sinyal dari suatu komputer dapat komputer lain yang letaknya berjauhan.
2. Hub
Fungsinya sama dengan repeater hanya hub terdiri dari beberapa port, sehingga hub disebut juga multiport repeter. Repeater dan hub bekerja di physical layer sehingga tidak mempunyai pengetahuan mengenai alamat yang dituju. Meskipun hub memiliki beberapa port tetapi tetap menggunaka metode broadcast dalam mengirimkan sinyal, sehingga bila salah satu port sibuk maka port yang lain harus menunggu jika ingin mengirimkan sinyal.
3. Bridge
Berfungsi seperti repeater atau hub tetapi lebih pintar karena bekerja pada lapisan data link sehingga mempunyai kemampuan untuk menggunakan MAC address dalam proses pengiriman frame ke alamat yang dituju.

4. Switch
Fungsinya sama dengan bridge hanya switch terdiri dari beberapa port sehingga switch disebut multiport bridge. Dengan kemampuannya tersebut jika salah satu port pada switch sibuk maka port-port lain masih tetap dapat berfungsi. Tetapi bridge dan switch tidak dapat meneruskan paket IP yang ditujukan komputer lain yang secara logic berbeda jaringan.
B. Type , Jenis Kabel dan Pengkabelan
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada beberapa jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair), coaxial cable dan fiber optic.
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar.
Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
• Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
• Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
• Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
• Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
• Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
• Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
• Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
• Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
• Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung. Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
• Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan
terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
• Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
• Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
• Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
• Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
• Setiap segment harus diberi ground.
• Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter). Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

FIBER OPTIK


Fiber optik atau serat optik adalah medium penghantar yang terbuat dari serabut-serabut kaca yang tipis. Ukurannya seperti diameter rambut manusia. Sangat kecil bukan? Bagi anda yang kurang bergaul dengan masalah teknologi mungkin masih samar-samar kedengarannya. Mungkin malah ada juga yang cukup awam mengira ini adalah benang gelasan untuk main layangan. Namun sekarang anda memang harus tahu karena cepat atau lambat dalam abad 21, fiber optik ini akan menggantikan jenis-jenis kabel lain yang ada. Dia akan menjadi penentu dalam perkembangan teknologi komunikasi.
Media fiber optik merupakan media yang memilki banyak kelebihan, terutama dari segi performa dan ketahanan dalam menghantarkan data. Data yang dihantarkan dalam fiber optik berbentuk cahaya. Potensinya memang sudah terlihat dari kata cahaya, anda tahukan berapa kecepatan cahaya? Yaitu sekitar 300.000 meter persekon. Cukup cepat untuk membuat orang bisa keliling dunia dalam waktu singkat. Media ini sudah jelas dan pasti mampu menggelar komunikasi antargedung, antarblok dan antarkota, toh antar benua saja sanggup dilakukan oleh fiber optik dengan cara membentangkannya di dalam samudera. Tak salah apabila ada yang menyebut fiber optik ini tulang punggung dari internet di seluruh dunia.
Ada yang bilang fiber optik ini masih jarang digunakan karena mahal. Tapi ada juga yang bilang sebenarnya fiber optik ini tidak mahal. Terus mana yang benar? Untuk menjawab mana yang benar anda harus mengetahui cara kerja dan jenisnya.Teknologi fiber optik terbagi atas dua kategori umum, yaitu:
1. Single Mode Fiber Optic



Single Mode Fiber Optik memiliki banyak arti dalam teknologi fiber optik. Di single mode ini hanya terdapat satu indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang. Satu buah sinar yang tidak terpantul di media optik tersebut membuat teknologi fiber optik yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya. Itupun lebih banyak gangguan yang bersifat dari luar maupun gangguan fisik saja. Ini core serat fibernya cukup kecil yaitu sekitar 8 sampai 10 mikrometer. Sinar yang dapat lewat hanya yang memilki panjang 1310 atau 1550 nanometer.
Single mode dapat membawa data dengan bandwith yang lebih besar dibandingkan multi fiber optik. Tapi teknologi ini membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektral yang sangat kecil pula dan ini berarti sistem yang mahal. Kecepatannya bisa mencapai 50 kali multi mode tapi tentu saja biayanya lebih besar. Karena core yang kecil ini juga makanya single mode ini bisa menguragi gangguan akibat overlapping dan distorsi.
2. Multi Mode Fiber Optic




Sesuai dengan namanya, teknologi ini memilki kelebihan dan kekurangan yang diakibatkan banyaknya jumlah sinar cahaya yang berada di dalam media fiber optiknya. Di multi mode ini terdapat banyak indeks cahaya dengan pantulan sepanjang media tersebut terbentang. Kemudian di akhir lintasan tidak semua laser sampai di tempat tujuan secara serentak. Ada yang memantul balik. Hal inilah yang membuat bandwith multi mode lebih terbatas. Namun biaya yang diperlukan lebih murah karena laser yang digunakan tidak seperti dalam single mode.
Jadi murah atau mahalnya fiber optik tergantung dari dua kategori di atas. Kalau ingin yang cepat harus bersedia merogoh kantong, mungkin tabungan juga. Tapi kalo mau yang biasa-biasa saja, tidak apa-apa juga kan anda yang beli. Paling tidak fiber optik lebih cepat dari jenis kabel lainnya. Anda perlu tahu juga perkembangan fiber optik masih berlangsung. Kekuatannya mengirim datanya masih isa ditingkatkan lagi yaitu dengan membuat medium yang mempunyai standar kemurnian lebih tinggi, memperkecil core dan memperkecil sinar laser. Anda yang trauma dengan listrik bisa lega karena fiber optik tidak mengandung aliran listrik, jadi tidak usah khawatir kesetrum dan ditambah lagi sinyalnya digital. Jadi pengguna fiber optik tidak perlu khawatir apabila terjadi perubahan dari teknologi analog ke digital.
(Mirabito, M.A.M., & Morgenstern, B.L (2004). New Communication Technology : Applications, Policy, and Impact. Fifth edition. UK : Focal Press. Chapter 5 & 15.)
Bagian-bagian fiber optik




Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan. Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.
Cara Kerja Fiber Optik
Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.
Keuntungan Fiber Optik
Ø Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
Ø Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
Ø Sinyal degradasi lebih kecil.
Ø Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
Ø Fleksibel.
Ø Sinyal digital.
Testing the Finished Optical Fiber
Ø Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
Ø Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
Ø Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.
Ø Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.
Ø Information carrying capacity : bandwith
Ø Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.
Ø Operating temperature
Ø Kabel Optik Yang Sering Digunakan
Distribution Cable
fo7.jpg
Indoor/Outdoor Tight Buffer

Indoor/Outdoor Breakout Cable

Aerial Cable/Self-Supporting

Hybrid & Composite Cable

Armored Cable

Low Smoke Zero Halogen (LSZH)

08 Agustus 2011

Routing Dinamik

Pengertian
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.
Routing dinamis adalah tabel routing yang dapat berubah melalui update berkala dan sebagai respon terhadap perubahan link cost. Perubahan tersebut terjadi berdasarkan algoritma routing.
Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Routed protocol digunakan untuk trafik user langsung. Routed protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.

Algoritma Routing
Sebagian besar algoritma routing dapat diklasifikasikan menjadi satu dari dua kategori
berikut:
-Distance vector
-Link-state
Routing distance vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link lain dalam suatu internetwork.
Cara kerja Routing Distance Vector
Router B menerima informasi dari router A. router B menambahkan nomor Distance Vector, seperti jumlah hop. Router B melewatkan table routing baru ke router-router tetangganya yang lain yaitu router C. proses ini terus berlangsung untuk semua router.

Setiap router yang dipakai distance vector pertama kali mengindentifikasi ke router-router tetangga.

Desain Routing Dinamis